ARTIKEL FAVORIT EDISI
 Koperasi Pertanian
 Koperasi di Majalengka
 Tambah Modal
DAERAH
Membangun Kejayaan Koperasi Banten
Sibolga Punya Koperasi Berprestasi
Usp Jadi Andalan Primkopal Juanda
‘jihad’ Melawan Praktik Rentenir
DARI PEMBACA
Berharap Pada Kib Ii
Koperasi Di Majalengka
Koperasi Pertanian
Lanjutkan Program Menegkop Lama
Tambah Modal
Wisata Kuliner
FOKUS
>> Ichsanuddin Noorsy, Pengamat Politik Dan Ekonomi Sebatas Kebijakan Lipstik
>> Wirman Shahab, Ketua Puskoppas Dki Jaya Pembinaan Melalui Penyertaan Modal
Melanjutkan Dengan Catatan
Menteri Baru Masalah Lama
Menunggu Gebrakan Menteri Baru
”kami Tidak Mungkin Bekerja Sendiri”
INFO BISNIS
Aneka Produk Dan Jasa
Makanan Dan Minuman
Souvenir Dan Handycraft
KEUANGAN
Menunggu Kredit Murah
KINERJA
Kpri Depag Kabupaten Tangerang Bangkit Setelah Bangkrut Dua Kali
Melayani Guru Madrasah
Prestasi Koapgi Makin Tinggi
KIPRAH
>> Drs. Fx Siman, Ketua Inkopdit Politisi Oke, Praktisi Koperasi Oye
Pengalaman Pahit
LAPORAN KHUSUS
Manisnya Berbisnis Ala Franchise
Menampung Ribuan Tenaga Kerja
Modal Terjangkau Untung Berlipat
Prospek Masih Cerah
LINTAS KOPERASI
Dana Ppmk Kelurahan Cair
Diklat Kud Tuah Sabaya
Kopdit Sangosay Penerima Award
MANAJEMEN
Mari Memberi
MANCANEGARA
Ica Ap Bantu Koperasi Korban Gempa Sumbar
NASIONAL
Ahmad Kanedi: Karena Perempuan Lebih Jujur
Mengapresiasi Peran Daerah Penggerak Koperasi
Target Tercapai Kesedihan Menghampiri
REHAL
Beragam Peluang Di Sektor Riil
SAPA REDAKSI
Sapa Redaksi November 2009
SOSOK
Donna Agnesia Investasi Masa Depan
Parto Patrio Batik Koperasi
SUPLEMEN
Mendongkrak Kepercayaan Pada Koperasi
Menteri Koperasi Dan Ukm Kunjungi Kopnus
Obsesi Bankir Di Koperasi
SWAMITRA
>> Swamitra Berkat Loajanan Makin Bersaing, Makin Untung
TIPS
Proposal Kredit Umkm
TITIK PANDANG
Mandeg
USAHA
Boneka Salma Omset Gede Edukasi Oke
WAWASAN
Urgensi Pemberda Yaan Koperasi-ukm

 
Mari Memberi
“Rahasia kemakmuran adalah kedermawanan, karena dengan membagi kepada orang lain, hal baik yang akan diberikan dalam kehidupan kita, bahkan berkelimpahan.”

-- J. Donald Walters, penulis dan pengajar asal Rumania, tinggal di India.

Pelit pangkal kaya? Itu pasti cuma seloroh. Tapi, jika Anda mempercayai dan menjalankan sikap pelit alias pantang memberi agar bisa kaya secara materi, sebaiknya segera campakkan saja keyakinan itu. De­ngan sikap pelit, Anda mungkin bisa merengkuh kekayaan materi. Tapi, percayalah, jika suka memberi, Anda bakal mendapatkan lebih dari itu.
Tengoklah orang-orang superkaya di Amerika Serikat (AS), seperti Bill Gates, Henry Ford, Rockefeller, Ted Turner bahkan George Soros. Sebagai pengusaha, mereka memang tampak rakus, memburu keuntungan sebesar-besarnya. Tapi, di balik itu, tidak ada yang menyangkal bahwa mereka adalah pribadi-pribadi dermawan, yang tak sayang menggelontorkan ribuan bahkan jutaan dollar AS, untuk mem­biayai ke­giatan sosial.

Di AS, jumlah dana yang di­sumbangkan para dermawan, setiap tahun mengalami peningkatan. Sebagai gambaran, pada tahun 2000, total dana yang disumbangkan oleh para donatur AS mencapai 203 miliar dollar AS, atau sekitar 2 persen dan gross domestic bruto (GDP) negeri Paman Sam itu.

Apakah orang-orang sukses itu, menjadi dermawan setelah kaya? Tidak. Memberi, sudah menjadi kebiasaan (habit) mereka, jauh sebelum menggapai sukses. Belakangan diketahui, kebiasaan itu justru menjadi salah satu faktor penting, yang menghantarkan mereka ke puncak kesuksesan.

Adalah Deepak Chopra, yang pertama kali mengungkap pengaruh kekuatan memberi (power of giving) dalam kesuksesan seseorang, dengan argumen yang kuat. Dalam bukunya yang menjadi best seller dunia, 7 Spiritual Law of Success, Chopra mencantumkan Law of Giving sebagai hukum kedua untuk sukses. Menurutnya, kekuatan memberi (dan menerima) demikian dahsyat karena merupakan esensi dari alam semesta. Alam semesta berjalan menurut sirkulasi memberi dan me­nerima. Coba kita perhatikan. Dalam seluruh fenome­na alam, berjalan hukum memberi dan menerima. Manusia menghirup oksigen, dan menghembuskan karbon-dioksida, sementara tanaman menggunakan karbon-dioksida dalam proses fotosintesa dan membebaskan oksigen. Proses memberi dan menerima, membuat segala sesuatu di alam semesta ini berjalan, mengalir.

Lantas, Anda mungkin bertanya, apakah yang harus saya berikan? Jawabannya sama dengan perta­nyaan: Apa yang Anda ingin dapatkan? Jika Anda ingin mendapatkan kasih-sayang, berikan kasih sayang. Jika Anda ingin pengetahuan, sebarkanlah pengetahuan. Jika Anda ingin uang, maka berikanlah uang.

Ya, ini sesuai dengan prinsip memberi dan menerima di atas, apa yang mengalir keluar dari Anda, adalah apa yang akan mengalir kembali kepada Anda.

Bahkan yang mengalir kembali kepada Anda, selalu lebih besar dari yang mengalir keluar dari Anda, karena semesta jauh lebih besar dari Anda!
Upload Date 0
Article Counter 59,646

 
POLLING
  
 Polling tidak berhadiah
 0 Responden
 Ditutup
 [ Lihat Semua Polling ]
  
MENUNGGU KREDIT MURAH
 Kehadiran sebuah lembaga keuangan yang memberikan bunga rendah tentunya banyak ditunggu oleh para pelaku usaha sektor riil. Apalagi pinjaman diberikan tanpa agunan, kendati itu sebuah keniscayaan.
Topic: Keuangan
BONEKA SALMA OMSET GEDE EDUKASI OKE
 Boneka, mainan satu ini sudah tidak asing di telinga anak-anak perempuan. Tapi, boneka yang bernuansakan Islam masih jarang ditemukan. Berkat ide Sukmawati ini, produk boneka Salma sukses di pasar dan turut menanamkan makna kesopanan.
Topic: Usaha
>> SWAMITRA BERKAT LOAJANAN MAKIN BERSAING, MAKIN UNTUNG
 Dikepung sejumlah bank besar swasta dan pemerintah, Swamitra Berkat Loajanan justru makin eksis. Pihak manajemen bahkan sudah menyiapkan ekspansi usaha dengan membuka cabang baru di dua lokasi, Samarinda dan Tenggarong.
Topic: Swamitra
TARGET TERCAPAI KESEDIHAN MENGHAMPIRI
 Keberhasilan Mustafa Abubakar mendongkrak performa Perum Bulog mendapat apresiasi dari Presiden SBY. Mustafa pun lalu didapuk masuk Kabinet Indonesia Bersatu II, sebagai Menteri Negara BUMN.
Topic: Nasional
URGENSI PEMBERDA YAAN KOPERASI-UKM
 “Saat ini, ditargetkan 70.000 unit koperasi disurvei untuk mengetahui apakah mereka cukup berkualitas, berkualitas, atau tidak berkualitas.
Topic: Wawasan