Pilih Edisi --
PIP Edisi Nov 2009 PIP Edisi Oct 2009 PIP Edisi Sep 2009 PIP Edisi Aug 2009 PIP Edisi Jul 2009 PIP Edisi Jun 2009 PIP Edisi May 2009 PIP Edisi Apr 2009 PIP Edisi Mar 2009 PIP Edisi Feb 2009 PIP Edisi Jan 2009 PIP Edisi Dec 2008 PIP Edisi Nov 2008 PIP Edisi Oct 2008 PIP Edisi Sep 2008 PIP Edisi Aug 2008 PIP Edisi Jul 2008 PIP Edisi Jun 2008 PIP Edisi May 2008 PIP Edisi Apr 2008 PIP Edisi Mar 2008 PIP Edisi Feb 2008 PIP Edisi Jan 2008 PIP Edisi Dec 2007 PIP Edisi Dec 2007 PIP Edisi Nov 2007 PIP Edisi Oct 2007 PIP Edisi Sep 2007 PIP Edisi Aug 2007 PIP Edisi Jul 2007 PIP Edisi Jun 2007 PIP Edisi May 2007 PIP Edisi Apr 2007 PIP Edisi Mar 2007 PIP Edisi Feb 2007 PIP Edisi Jan 2007 PIP Edisi Dec 2006 PIP Edisi Nov 2006 PIP Edisi Oct 2006 PIP Edisi Sep 2006 PIP Edisi Aug 2006 PIP Edisi Jul 2006 PIP Edisi Jun 2006 PIP Edisi May 2006 PIP Edisi Apr 2006 PIP Edisi Feb 2006
Mari Memberi
“Rahasia kemakmuran adalah kedermawanan, karena dengan membagi kepada orang lain, hal baik yang akan diberikan dalam kehidupan kita, bahkan berkelimpahan.”
-- J. Donald Walters, penulis dan pengajar asal Rumania, tinggal di India. Pelit pangkal kaya? Itu pasti cuma seloroh. Tapi, jika Anda mempercayai dan menjalankan sikap pelit alias pantang memberi agar bisa kaya secara materi, sebaiknya segera campakkan saja keyakinan itu. Dengan sikap pelit, Anda mungkin bisa merengkuh kekayaan materi. Tapi, percayalah, jika suka memberi, Anda bakal mendapatkan lebih dari itu.
Tengoklah orang-orang superkaya di Amerika Serikat (AS), seperti Bill Gates, Henry Ford, Rockefeller, Ted Turner bahkan George Soros. Sebagai pengusaha, mereka memang tampak rakus, memburu keuntungan sebesar-besarnya. Tapi, di balik itu, tidak ada yang menyangkal bahwa mereka adalah pribadi-pribadi dermawan, yang tak sayang menggelontorkan ribuan bahkan jutaan dollar AS, untuk membiayai kegiatan sosial.
Di AS, jumlah dana yang disumbangkan para dermawan, setiap tahun mengalami peningkatan. Sebagai gambaran, pada tahun 2000, total dana yang disumbangkan oleh para donatur AS mencapai 203 miliar dollar AS, atau sekitar 2 persen dan gross domestic bruto (GDP) negeri Paman Sam itu.
Apakah orang-orang sukses itu, menjadi dermawan setelah kaya? Tidak. Memberi, sudah menjadi kebiasaan (habit) mereka, jauh sebelum menggapai sukses. Belakangan diketahui, kebiasaan itu justru menjadi salah satu faktor penting, yang menghantarkan mereka ke puncak kesuksesan.
Adalah Deepak Chopra, yang pertama kali mengungkap pengaruh kekuatan memberi (power of giving) dalam kesuksesan seseorang, dengan argumen yang kuat. Dalam bukunya yang menjadi best seller dunia, 7 Spiritual Law of Success, Chopra mencantumkan Law of Giving sebagai hukum kedua untuk sukses. Menurutnya, kekuatan memberi (dan menerima) demikian dahsyat karena merupakan esensi dari alam semesta. Alam semesta berjalan menurut sirkulasi memberi dan menerima. Coba kita perhatikan. Dalam seluruh fenomena alam, berjalan hukum memberi dan menerima. Manusia menghirup oksigen, dan menghembuskan karbon-dioksida, sementara tanaman menggunakan karbon-dioksida dalam proses fotosintesa dan membebaskan oksigen. Proses memberi dan menerima, membuat segala sesuatu di alam semesta ini berjalan, mengalir.
Lantas, Anda mungkin bertanya, apakah yang harus saya berikan? Jawabannya sama dengan pertanyaan: Apa yang Anda ingin dapatkan? Jika Anda ingin mendapatkan kasih-sayang, berikan kasih sayang. Jika Anda ingin pengetahuan, sebarkanlah pengetahuan. Jika Anda ingin uang, maka berikanlah uang.
Ya, ini sesuai dengan prinsip memberi dan menerima di atas, apa yang mengalir keluar dari Anda, adalah apa yang akan mengalir kembali kepada Anda.
Bahkan yang mengalir kembali kepada Anda, selalu lebih besar dari yang mengalir keluar dari Anda, karena semesta jauh lebih besar dari Anda!
Upload Date 0
Article Counter 59,646
POLLING Polling tidak berhadiah 0 Responden Ditutup [ Lihat Semua Polling ]
MENUNGGU KREDIT MURAH Kehadiran sebuah lembaga keuangan yang memberikan bunga rendah tentunya banyak ditunggu oleh para pelaku usaha sektor riil. Apalagi pinjaman diberikan tanpa agunan, kendati itu sebuah keniscayaan.Topic: Keuangan BONEKA SALMA OMSET GEDE EDUKASI OKE Boneka, mainan satu ini sudah tidak asing di telinga anak-anak perempuan. Tapi, boneka yang bernuansakan Islam masih jarang ditemukan. Berkat ide Sukmawati ini, produk boneka Salma sukses di pasar dan turut menanamkan makna kesopanan.Topic: Usaha >> SWAMITRA BERKAT LOAJANAN MAKIN BERSAING, MAKIN UNTUNG Dikepung sejumlah bank besar swasta dan pemerintah, Swamitra Berkat Loajanan justru makin eksis. Pihak manajemen bahkan sudah menyiapkan ekspansi usaha dengan membuka cabang baru di dua lokasi, Samarinda dan Tenggarong. Topic: Swamitra TARGET TERCAPAI KESEDIHAN MENGHAMPIRI Keberhasilan Mustafa Abubakar mendongkrak performa Perum Bulog mendapat apresiasi dari Presiden SBY. Mustafa pun lalu didapuk masuk Kabinet Indonesia Bersatu II, sebagai Menteri Negara BUMN. Topic: Nasional URGENSI PEMBERDA YAAN KOPERASI-UKM “Saat ini, ditargetkan 70.000 unit koperasi disurvei untuk mengetahui apakah mereka cukup berkualitas, berkualitas, atau tidak berkualitas.
Topic: Wawasan