Pilih Edisi --
PIP Edisi Nov 2009 PIP Edisi Oct 2009 PIP Edisi Sep 2009 PIP Edisi Aug 2009 PIP Edisi Jul 2009 PIP Edisi Jun 2009 PIP Edisi May 2009 PIP Edisi Apr 2009 PIP Edisi Mar 2009 PIP Edisi Feb 2009 PIP Edisi Jan 2009 PIP Edisi Dec 2008 PIP Edisi Nov 2008 PIP Edisi Oct 2008 PIP Edisi Sep 2008 PIP Edisi Aug 2008 PIP Edisi Jul 2008 PIP Edisi Jun 2008 PIP Edisi May 2008 PIP Edisi Apr 2008 PIP Edisi Mar 2008 PIP Edisi Feb 2008 PIP Edisi Jan 2008 PIP Edisi Dec 2007 PIP Edisi Dec 2007 PIP Edisi Nov 2007 PIP Edisi Oct 2007 PIP Edisi Sep 2007 PIP Edisi Aug 2007 PIP Edisi Jul 2007 PIP Edisi Jun 2007 PIP Edisi May 2007 PIP Edisi Apr 2007 PIP Edisi Mar 2007 PIP Edisi Feb 2007 PIP Edisi Jan 2007 PIP Edisi Dec 2006 PIP Edisi Nov 2006 PIP Edisi Oct 2006 PIP Edisi Sep 2006 PIP Edisi Aug 2006 PIP Edisi Jul 2006 PIP Edisi Jun 2006 PIP Edisi May 2006 PIP Edisi Apr 2006 PIP Edisi Feb 2006
>> Drs. FX Siman, Ketua Inkopdit Politisi Oke, Praktisi Koperasi Oye
FX Siman, begitu namanya disebut, se-
sungguhnya adalah seorang guru. Tapi
dibalik kesibukannya mengajar di sekolah, ia berhasil menempa diri sebagai po-
litisi, sekaligus praktisi koperasi. Sebagai politisi, FX Siman sudah belasan tahun mewakili rakyat di DPRD Kabupaten Tanggamus, provinsi Lampung. Posisi ini terus belanjut hingga pada tahun 2014 nanti. Meskipun begitu, tidak membuat seorang FX Siman tinggi hati. Apalagi lupa diri.
Habitannya yang berasal dari komunitas Gerakan Koperasi Kredit Indonesia (GKKI) terus dilakoni sebagai praktisi koperasi. Kalaupun akhirnya ada pekerjaan yang ditinggalkan, tak lebih dari mengajar di sekolah, lantaran sudah pensiun sejak tahun 2004.
FX Siman, putra Wates-Yogyakarta, yang lahir pada tahun 1945, adalah pribadi yang sukses berkiprah di tiga profesi sekaligus. Di sela kesibukan mengajar di SMA Xaverius, Pringsewu dan tugas pokok di DPRD kabupaten Tanggamus, ia juga mengurusi sejumlah koperasi di provinsi Lampung. Entah bagaimana ia membagi waktu. Tapi itulah kenyataannya.
Suami dari dari MR Sudarti (juga seorang guru), serta ayah empat orang putra-putri (semua sarjana), adalah memang insan koperasi tulen. Yang kadar pengabdiannya tak perlu ditakar lagi. Sebab sejak tahun 1981, ia sudah melibatkan diri di koperasi tanpa terputus hingga sekarang ini. Bahkan ia, boleh dicatat sebagai salah satu tokoh Koperasi Kredit (Kopdit) di bumi yang banyak binatang gajah itu.
Sebut saja misalnya Kopdit Harapan Jaya, Kopdit Mekar Sai, Kopdit Gentiaras, Pringsewu dan Puskopdit/BK3D Lampung, adalah contoh koperasi yang pernah dikomandaninya. Berulang kali ia dipercaya menduduki posisi tertinggi, lantaran kemampuannya yang mumpuni. Itu belum termasuk jabatan di organisasi lain, semisal HKTI dan Kadin Daerah.
Karirnya, tidak berhenti sampai di situ, tapi terus melambung hingga tingkat nasional. Sebab pada tahapan berikutnya, ia terpanggil untuk memimpin Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) di Jakarta, dengan posisi sebagai ketua. Ini artinya FX Siman, adalah juga orang nomor satu di jajaran GKKI.
Dengan seabrek posisi yang pernah dilakoninya, maka bisa dimaklumi, bahwa FX Siman punya andil besar membawa keberhasilan di GKKI. Di tangannya Kopdit yang dulu bernama Credit Union (CU) tumbuh berkembang dengan segala aktivitasnya. “Lha, mengapa tidak” tutur Siman, lulusan Universitas Lampung saat ditemui PIP di kantornya akhir Oktober lalu.
Ia memang boleh berbangga, atas GKKI yang dipimpinnya. Sebab tidak bisa terbantahkan, bahwa Kopdit yang dulu diperkenalkan pada tahun 70 an, kini telah memberi warna tersendiri dalam percaturan koperasi nasional. Kiprahnya terkesan fenomenal dan mencengangkan, apabila dilihat dari pertumbuhannya.
Ambil contoh dengan Kopdit di Kalimantan Barat, yaitu Lantang Tipo di Sanggau, atau Pancur Kasih di Pontianak, adalah Kopdit yang patut diacungi jempol. Masing-masing Kopdit, sudah punya asset senilai RP 650 miliar, dengan jumlah anggota di atas 80 ribuan. Suatu jumlah yang tentunya sulit dicari tandingannya pada jenis koperasi lain.
Secara keseluruhan, jumlah Kopdit di tanah air tercatat sebanyak 949 unit, dengan total asset senilai Rp 6,3 triliun. Menurut FX Siman, jumlah itu baru neraca per Juni 2009. Sedangkan asset hingga neraca akhir tahun diperkirakan akan mencapai sebesar Rp 7 triliun. “Itu target kita” ujarnya.
Ada keunggulan tersendiri yang dimiliki Kopdit yang dulu disosialisasikan oleh komunitas gereja Katholik. Selain bisnisnya tunggal, yaitu simpan pinjam, dananya hanya beredar di kalangan sendiri. Juga permodalan, murni digali dari lingkungan sendiri.
Kopdit memang punya jaringan solid dalam menghimpun dana, lantaran punya kebijakan yang disebut interlending, alis silang pinjam. Apabila misalnya, ada dana iddle, tidak tersalur di tingkat primer koperasi, boleh ditarik ke tingkat pusat koperasi. Atau sekalian ke induknya di Jakarta. Dengan pola seperti ini, dana berputar tidak ke mana-mana, hanya di lingkuan Kopdit saja.
Tapi jangan dikira, solidnya jaringan Kopdit, semata-mata hanya untuk membesarkan koperasinya saja. Bukan begitu, imbuh FX Siman. Kopdit dirancang tumbuh bersama dengan peningkatan kesejahteraan anggota. Lantaran itu, kebijakan yang kini dibangun di tubuh Kopdit, tidak hanya sebatas melayani kebutuhan pinjaman. Melainkan juga memantau usaha atau kegiatan apa saja yang bisa dikembangkan untuk menambah pendapatan anggota.
Upload Date 0
Article Counter 54,100
POLLING Polling tidak berhadiah 0 Responden Ditutup [ Lihat Semua Polling ]
MENUNGGU KREDIT MURAH Kehadiran sebuah lembaga keuangan yang memberikan bunga rendah tentunya banyak ditunggu oleh para pelaku usaha sektor riil. Apalagi pinjaman diberikan tanpa agunan, kendati itu sebuah keniscayaan.Topic: Keuangan MARI MEMBERI “Rahasia kemakmuran adalah kedermawanan, karena dengan membagi kepada orang lain, hal baik yang akan diberikan dalam kehidupan kita, bahkan berkelimpahan.”
-- J. Donald Walters, penulis dan pengajar asal Rumania, tinggal di India.Topic: Manajemen KOPERASI PERTANIAN Redaksi: Silakan hubungi Inkoptan, Jl.Bekasi Timur IV No.3 A, Jatinegara, Jakarta Timur, Telp. 021-8503735
Topic: Dari Pembaca MENTERI BARU MASALAH LAMA Koperasi dan UKM, masih belum beranjak dari masalah lama. Pelaku ekonomi rakyat ini belum lepas dari belenggu yang menyulitkan langkah ke tingkat perkembangan lebih tinggi. Apakah Menegkop anyar kali ini mampu membereskannya?Topic: Fokus >> SWAMITRA BERKAT LOAJANAN MAKIN BERSAING, MAKIN UNTUNG Dikepung sejumlah bank besar swasta dan pemerintah, Swamitra Berkat Loajanan justru makin eksis. Pihak manajemen bahkan sudah menyiapkan ekspansi usaha dengan membuka cabang baru di dua lokasi, Samarinda dan Tenggarong. Topic: Swamitra